Perludiketahui bahwa mikrometer sekrup memiliki fungsi utama yakni sebagai alat pengukur diameter atau ketebalan suatu benda. Terutama bagi mengukur benda-benda berukuran kecil atau mikro. Dengan memiliki presisi 10x lipat dari jangka sorong, alat ini cukup akurat guna menghitung benda dengan ukuran kecil.
Jangkasorong arloji/jam merupakan jangka sorong yang pembacaannya menggunakan jarum ukuran analog yang ditempelkan pada bagian muka (dengan stopper). Jangka sorong jam memakai jam ukur sebagai ganti skala nonius dalam menginterpolasikan posisi garis indeks terhadap skala pada batang ukur. Jangka Sorong Ketinggian. Suatu jenis mistar ingsut
Dalampelaksanaannya harus dibantu dengan menggunakan alat ukur lain seperti jangka bengkok dan bagian diameter dalam diperlukan bantuan jangka kaki. Hasil pengukuran yang diperoleh adalah ukuran kasar. Batang pengukur kedalaman hanya dilengkapi pada jangka sorong dengan daerah pengukuran sampai dengan 300 mm. Jangka sorong dengan
Contohpengukuran menggunakan jangka sorong: Skala utama: 1,1 cm x 10 = 11 mm. Skala nonius: 0,6 mm x 1 = 0,6 mm. Hasil: 11,6 mm ±0,005 mm. Mikrometer Sekrup. Hasil pengukuran panjang yang lebih teliti lagi adalah mikrometer sekrup. Mikrometer sekrup dapat mengukur hingga ketelitian 0,01 mm. Namun, jangkauan panjang pengukurannya sangat terbatas.
Hasilpengukuran dengan jangka sorong : 51,20 mm (pembulatannya 51 mm) Maka replacement rod : 50 mm Ukur diameter dalam silinder dengan menggunakan jangka sorong. Misalkan kita mau menggunakan feeler dengan ukuran 0,45 mm. Sedangkan dalam feeler tidak tersedia ukuran tersebut maka kita bisa menggabungkan dua buah feeler dengan ukuran 0
PengertianJangka Sorong Jangka sorong itu alat untuk mengukur panjang, diameter luar maupun diameter dalam suatu benda. Selain itu, bisa juga untuk mengukur kedalaman lubang atau bangun ruang, misalnya tabung. Nah, jangka sorong lebih dipakai untuk mengukur benda yang ukurannya kecil dan nggak bisa diukur pakai penggaris.
. Ilustrasi menggunakan jangka sorong. Sumber PixabayBagian-Bagian Jangka SorongIlustrasi jangka sorong. Foto PixabayCara Menggunakan dan Membaca Jangka SorongIlustrasi jangka sorong. Foto PixabayIlustrasi mengitung diameter skrup. Sumber PinterestHasil Pengukuran = Skala Utama + Skala NoniusHasil Pengukuran = 2,4 cm + 0,07 cm = 2,47 cmBerapa Batas Ketelitian dari Jangka Sorong?Ilustrasi jangka sorong. Foto UnsplashApa Saja yang Dapat Diukur dengan Jangka Sorong?Ilustrasi mengukur benda dengan jangka sorong. Foto Pixabay
Jakarta - Jangka sorong merupakan alat ukur dengan tingkat ketepatan dan ketelitian yang sangat baik akurat. Penggunaan jangka sorong digunakan apabila sebuah benda, tidak dapat diukur menggunakan jangka sorong sebagai alat ukur suatu benda diantaranya adalah untuk mengukur diameter luar dan dalam benda, mengukur panjang benda berukuran kecil dan mengukur kedalaman dari modul Fisika kelas X Besaran dan Pengukuran oleh Saroji, tingkat ketelitian jangka sorong atau skala terkecil disebut dengan skala nonius. Tingkat ketelitian pada jangka sorong, selalu mengalami perkembangan dari tahun ke tahun. Mulai dari 0,5 mm, 0,1 mm, 005 mm, hingga sekarang yang banyak digunakan mencapai 0,02 Jangka SorongRahang Dalam rahang geser dan rahang tetap berfungsi untuk mengukur ketebalan atau diameter luar suatu Luar rahang geser dan rahang tetap berfungsi untuk mengukur diameter dalam suatu probe pengukur kedalaman berfungsi untuk mengukur kedalaman suatu utama berfungsi untuk menyatakan hasil pengukuran utama dalam bentuk satuan, seperti centimeter cm dan nonius berfungsi sebagai skala pengukuran fraksi dalam bentuk satuan milimeter mm dan berfungsi untuk mengunci dengan cara menahan bagian-bagian yang bergerak pada saat proses Menggunakan Jangka SorongUntuk menggunakan jangka sorong, kita hanya perlu untuk menggeser bagian rahang geser sesuai dengan jarak benda yang ingin diukur. Setelah mendapatkan ukuran dari bendanya, lakukanlah penguncian pada pengunci dengan cara diputar. Kemudian lihat dan perhatikanlah skala yang sorong memiliki dua skala yaitu skala utama dan skala noniusSkala utama adalah skala yang tertera pada rahang tetap, dibaca mulai dari angka 0 pada rahang tetap sampai skala atau angka didepan skala 0 pada skala nonius rahang geser.Skala nonius adalah skala yang terbaca pada rahang geser. Carilah skala nonius yang berimpit segaris lurus dengan skala utama, kemudian dikalikan dengan skala terkecil nonius jangka Membaca dan Menghitung Jangka SorongBerikut adalah contoh membaca dan menghitung pengukuran jangka sorong yang bersumber dari modul Fisika kelas X Besaran dan Pengukuran oleh menentukan nilai skala terkecil NST dapat ditentukan menggunakan rumusNST = nilai skala terkecil dari skala utama jumlah skala noniusMisal, pada sebuah jangka sorong jarak skala 4 dan 5 adalah 1 cm, dan antara skala 4 dan 5 terdapat 10 garis nilai skala terkecil skala utamanya1 cm 10 = 0,1 cmSkala terkecil jangka sorong adalah 0,1 mm atau 0,01 perhatikan skala nonius. Pada skala nonius terdapat 50 garis NST jangka sorong tersebut adalah NST = 0,1 cm 50 = 0,002 cm= 0,02 mmContoh soal cara mendapatkan hasil pengukuran dengan jangka sorong dalam centimeter cm.Simak dan perhatikan contoh gambar dan penjelasan di bawah ini ya!Contoh 1Contoh soal jangka sorong Foto modul Fisika kelas X Besaran dan Pengukuran oleh SarojiJangka sorong dengan NST 0,1 mmDiketahui skala utamanya adalah 2,3 mm dan skala nonius = 2 x 0,01 cm = 0,02 cmJumlahkan angka yang didapat dari skala utama dan skala nonius 2,3 cm + 0,02 cm = 2,32 cmJadi, hasil pengukurannya adalah 2,32 cmContoh 2Contoh soal jangka sorong Foto dok. modul Fisika kelas X Besaran dan Pengukuran oleh SarojiJangka sorong dengan NST 0,05 mmDiketahui skala utama = 0,5 cm dan skala nonius = 10 x 0,005 cm =0,05 cmJumlahkan angka yang didapat dari skala utama dan skala nonius0,5 cm + 0,05 cm = 0,55 cmJadi, hasil pengukurannya adalah 0,55 cmDemikian penjelasan mengenai membaca dan cara menghitung jangka sorong. Mudah bukan detikers? Selamat belajar! Simak Video "Konsep Multiverse dalam Sudut Pandang Agama" [GambasVideo 20detik] pal/pal
⏩Temukan ragam contoh soal jangka sorong dan jawabannya lengkap dengan pembahasan⭐ Kumpulan soal terbaru di tahun ini☑️ Pentingnya pemahaman dan penerapan jangka sorong dalam pengukuran dimensi tidak dapat diabaikan dalam berbagai bidang seperti teknik, manufaktur, dan ilmu pengetahuan. Untuk membantu memperkuat pemahaman kita tentang penggunaan jangka sorong, berikut ini adalah kumpulan contoh soal yang menantang serta pembahasannya. Soal-soal ini dirancang untuk melatih kemampuan dalam mengukur dengan akurasi tinggi menggunakan jangka sorong serta memahami konsep dan rumus yang terkait. Dengan menguasai pemahaman ini, diharapkan kita dapat mengaplikasikan jangka sorong dengan tepat dan efektif dalam berbagai situasi pengukuran yang kompleks. Bersiaplah untuk mengasah keterampilan pengukuran dan tantang diri Anda dengan soal-soal yang menarik ini! Contoh Soal Menghitung Jangka SorongContoh Soal Jangka Sorong Pilihan Ganda Contoh Soal Menghitung Jangka Sorong Berikut kami paparkan 10 contoh soal jangka sorong yang dikemas dalam soal cerita lengkap dengan jawaban pembahasannya untuk bahan refrensi belajar anda. Soal 1 Sebuah balok diukur lebarnya menggunakan vernier caliper dan mendapatkan hasil seperti gambar dibawah ini. Berapakah lebar balok tersebut ? Pembahasan Garis disebelah atas menunjukkan skala utama, sedangkan garis di sebelah bawah merupakan skala nonius skala tambahan. Jadi pengukuran diatas menggunakan satuan CM. Dan jarak antar tiap garis pada skala utama adalah 1 cm. Maka Hasil pengukuran = skala utama + skala nonius Angka 0 pada skala nonius berada diantara dan 2, sehingga skala utama = cm Garis pada skala nonius yang berhimpit dengan garis skala utama adalah garis ke-8, sehingga skala nonius = 8 x cm = cm. cm = mm merupakan batas ketelitian vernier caliper Sehingga hasil pengukuran = cm + cm = cm Soal 2 Siswa dari SMP Negeri 1 Malang mendapatkan tugas untuk mengukur ketebalan plat baja menggunakan vernier caliper yang mana diperoleh hasil seperti gambar dibawah ini. Berapakah ketebalan plat baja yang diukur siswa tersebut ? Pembahasan Untuk mulai menghitung, langkah pertama yang harus anda lakukan ialah memperhatikan garis pendek yang berhimpit diantara skala utama dan skala nonius lihat gambar Dari gambar tersebut diperoleh Skala utama = 0,9 cm Skala nonius = 8 x 0,01 = 0,08 cm Hasil pengukuran = 0,9 + 0,08 cm = 0,98 cm = 9,8 mmJadi ketebalan plat baja yang diukur siswa SMP Negeri 1 Malang adalah 9,8 mm Soal 3 Berapakah panjang benda yang diukur jika nilai skala utama dan skala nonius terlihat seperti gambar dibawah ini ? Pembahasan Lingkaran biru = 5,3 cm Lingkaran merah = 5 x = cm Hasil pengukuran = 5,3 + = 5,35 cm Soal 4 Sebuah logam diukur menggunakan mistar sorong dan memiliki nilai pengukuran seperti yang ditunjukkan oleh gambar dibawah ini. Tentukan nilai hasil pengukurannya! Pembahasan Skala Utama = 1,4 cm Skala Nonius = 3,5 Skala Terkecil = 0,05 mm Hasil Pengukuran = 1,4 cm + 3,5 × 0,05 mm = 1,4 cm + 0,175 mm = 1,4 cm + 0,0175 cm = 1,4175 cm Soal 5 Jika hasil pengukuran yang dihasilkan dengan mistar sorong adalah 4,35 cm, penulisan laporan hasil pengukuran yang benar menurut kaidah ilmiah adalah? Pembahasan Hasil pengukuran suatu besaran dilaporkan sebagai x = xo ± Δx Dengan xo = hasil pengukuran yang terbaca Δx = ketidakpastian alat ukur. Jika menggunakan mistar, maka ketidakpastiannya adalah 0,05 cm. Dengan demikian, penulisan laporan hasil pengukuran yang benar adalah 4,35 ± 0,05 cm. Soal 6 Mengukur panjang suatu benda dengan jangka sorong diperoleh hasil pengukuran sebesar 5,6 cm. Berapakah hasil pengukuran tersebut dalam milimeter mm? Jawaban 56 mm Pembahasan Karena 1 cm = 10 mm, maka hasil pengukuran 5,6 cm dapat dikonversi menjadi 56 mm. Soal 7 Jangka sorong memiliki skala utama hingga 150 mm dan skala nonius dengan 10 pembagian. Jika angka pada skala utama adalah 12 mm dan angka pada skala nonius adalah 5,2 mm, berapakah hasil pengukuran menggunakan jangka sorong ini? Jawaban 125,2 mm Pembahasan Dalam rumus jangka sorong, hasil pengukuran dapat dihitung sebagai N × skala utama + m × skala nonius. Substitusi angka yang diberikan akan menghasilkan 12 mm × 10 + 5,2 mm = 125,2 mm. Soal 8 Diameter suatu poros diukur menggunakan jangka sorong dan diperoleh hasil pengukuran sebesar 4,8 mm. Berapakah diameter poros tersebut dalam satuan inci in? Gunakan 1 in = 25,4 mm Jawaban 0,189 in Pembahasan Karena 1 in = 25,4 mm, maka hasil pengukuran 4,8 mm dapat dikonversi menjadi 4,8 mm ÷ 25,4 mm/in ≈ 0,189 in. Soal 9 Pada jangka sorong, angka pada skala utama adalah 8 mm dan angka pada skala nonius adalah 0,35 mm. Berapakah hasil pengukuran menggunakan jangka sorong ini? Jawaban 8,35 mm Pembahasan Hasil pengukuran dapat dihitung sebagai N × skala utama + m × skala nonius. Dengan substitusi angka yang diberikan, akan diperoleh 8 mm + 0,35 mm = 8,35 mm. Soal 10 Mengukur ketebalan suatu pelat logam dengan jangka sorong dan diperoleh hasil pengukuran sebesar 2,5 mm. Berapakah hasil pengukuran tersebut dalam satuan inci in? Jawaban 0,098 in Pembahasan Karena 1 in = 25,4 mm, maka hasil pengukuran 2,5 mm dapat dikonversi menjadi 2,5 mm ÷ 25,4 mm/in ≈ 0,098 in. Contoh Soal Jangka Sorong Pilihan Ganda Berikut adalah 10 soal pilihan ganda mengenai jangka sorong beserta jawaban dan pembahasannya Soal 11 Ada berapa fungsi utama alat ukur jangka sorong? A. 1 B. 2 C. 3 D. 4 Jawaban B. 2 Pembahasan Jangka sorong memiliki dua fungsi utama yaitu pengukuran dimensi dan pengukuran diameter. Soal 12 Satuan yang umum digunakan dalam jangka sorong adalah… A. Meter m B. Centimeter cm C. Milimeter mm D. Kilometer km Jawaban C. Milimeter mm Pembahasan Satuan yang umum digunakan dalam jangka sorong adalah milimeter mm untuk mengukur dengan presisi yang tinggi. Soal 13 Berapa skala terkecil pada jangka sorong? A. 0,01 mm B. 0,1 mm C. 1 mm D. 10 mm Jawaban A. 0,01 mm Pembahasan Skala terkecil pada jangka sorong biasanya mencapai pembagian 0,01 mm untuk hasil pengukuran yang sangat presisi. Soal 14 Apa fungsi skala nonius pada jangka sorong? A. Menunjukkan ukuran pada skala utama B. Mengukur diameter C. Memberikan pembacaan yang lebih presisi D. Mengunci lengan yang dapat digerakkan Jawaban C. Memberikan pembacaan yang lebih presisi Pembahasan Skala nonius pada jangka sorong digunakan untuk memberikan pembacaan yang lebih presisi dibandingkan hanya menggunakan skala utama. Soal 15 Selain jangka sorong, alat lain yang sering digunakan untuk mengukur dengan presisi adalah… A. Penggaris B. Meteran C. Mikrometer D. Thermometer Jawaban C. Mikrometer Pembahasan Mikrometer adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur dengan tingkat presisi yang sangat tinggi, khususnya untuk ukuran yang sangat kecil. Soal 16 Rumus untuk menghitung hasil pengukuran pada jangka sorong adalah… A. Ukuran = N × skala utama B. Ukuran = N × skala nonius C. Ukuran = N × skala utama + m × skala nonius D. Ukuran = N + m Jawaban C. Ukuran = N × skala utama + m × skala nonius Pembahasan Rumus tersebut menggabungkan kontribusi dari skala utama dan skala nonius dalam menghitung hasil pengukuran pada jangka sorong. Soal 17 Jangka sorong juga dikenal dengan sebutan… A. Kumpas B. Meteran C. Galvanometer D. Mikroskop Jawaban A. Kumpas Pembahasan Jangka sorong juga dikenal dengan sebutan kumpas dalam bahasa Indonesia. Soal 18 Jangka sorong digunakan untuk mengukur… A. Suhu B. Kecepatan C. Waktu D. Dimensi objek Jawaban D. Dimensi objek Pembahasan Jangka sorong digunakan untuk mengukur dimensi objek seperti panjang, lebar, ketebalan, dan diameter dengan akurasi tinggi. Soal 19 Pada jangka sorong, angka pada skala nonius menunjukkan… A. Angka desimal B. Angka bulat C. Angka pecahan D. Angka negatif Jawaban A. Angka desimal Pembahasan Angka pada skala nonius pada jangka sorong menunjukkan angka desimal yang memberikan fraksi dari satuan pengukuran yang lebih kecil. Soal 20 Jangka sorong memiliki dua lengan, yaitu lengan tetap dan… A. Lengan pengunci B. Lengan penunjuk C. Lengan gerak D. Lengan penahan Jawaban C. Lengan gerak Pembahasan Jangka sorong memiliki dua lengan, yaitu lengan tetap dan lengan gerak yang dapat digerakkan untuk mengukur objek dengan presisi. Soal 21 Jangka sorong memiliki skala utama hingga 200 mm dan skala nonius dengan 20 pembagian. Jika angka pada skala utama adalah 150 mm dan angka pada skala nonius adalah 6,5 mm, berapakah hasil pengukuran menggunakan jangka sorong ini? A. 156,5 mm B. 165 mm C. 172 mm D. 180,5 mm Jawaban A. 156,5 mm Pembahasan Dalam rumus jangka sorong, hasil pengukuran dapat dihitung sebagai N × skala utama + m × skala nonius. Substitusi angka yang diberikan akan menghasilkan 150 mm + 6,5 mm = 156,5 mm. Soal 22 Mengukur diameter suatu baut dengan jangka sorong diperoleh hasil pengukuran sebesar 8,3 mm. Berapakah jari-jari dari baut tersebut? A. 4,15 mm B. 4,3 mm C. 4,6 mm D. 4,8 mm Jawaban A. 4,15 mm Pembahasan Diameter baut adalah dua kali jari-jari. Oleh karena itu, jari-jari baut dapat dihitung sebagai setengah dari hasil pengukuran, yaitu 8,3 mm ÷ 2 = 4,15 mm. Soal 23 Jangka sorong memiliki skala utama hingga 6 inci dan skala nonius dengan 50 pembagian. Jika angka pada skala utama adalah 4,5 inci dan angka pada skala nonius adalah 0,32 inci, berapakah hasil pengukuran menggunakan jangka sorong ini? A. 4,82 inci B. 4,82 mm C. 4,82 cm D. 4,82 ft Jawaban A. 4,82 inci Pembahasan Dalam rumus jangka sorong, hasil pengukuran dapat dihitung sebagai N × skala utama + m × skala nonius. Substitusi angka yang diberikan akan menghasilkan 4,5 inci + 0,32 inci = 4,82 inci. Soal 24 Mengukur ketebalan suatu lembar kertas dengan jangka sorong diperoleh hasil pengukuran sebesar 0,03 mm. Berapakah ketebalan lembar kertas tersebut dalam satuan meter m? A. 0,00003 m B. 0,0003 m C. 0,003 m D. 0,03 m Jawaban A. 0,00003 m Pembahasan Karena 1 mm = 0,001 m, maka hasil pengukuran 0,03 mm dapat dikonversi menjadi 0,03 mm × 0,001 m/mm = 0,00003 m. Soal 25 Pada jangka sorong, angka pada skala utama adalah 2 cm dan angka pada skala nonius adalah 0,28 mm. Berapakah hasil pengukuran menggunakan jangka sorong ini dalam satuan meter m? A. 0,0228 m B. 0,2028 m C. 0,022 cm D. 0,202 cm Jawaban B. 0,2028 m Pembahasan Hasil pengukuran dapat dihitung sebagai N × skala utama + m × skala nonius. Dengan substitusi angka yang diberikan, akan diperoleh 2 cm + 0,28 mm × 0,001 m/mm = 0,2028 m. Demikianlah kumpulan contoh soal jangka sorong dan jawabannya yang bisa wikielektronika ulas untuk anda semuanya. Dengan menguasai dan mempraktikkan contoh-contoh soal jangka sorong yang telah diberikan, diharapkan pembaca dapat meningkatkan keahlian dan kepercayaan diri dalam mengoperasikan jenis alat ukur ini. Kemampuan dalam mengukur dengan akurasi tinggi adalah keterampilan yang sangat penting dalam berbagai industri dan disiplin ilmu. Jangka sorong, dengan kelebihan presisi dan fleksibilitasnya, menjadi alat yang tak ternilai dalam menjawab kebutuhan pengukuran yang detail dan teliti. Dengan melatih dan memahami berbagai aspek penggunaan jangka sorong, kita dapat memastikan bahwa hasil pengukuran kita akurat, konsisten, dan dapat diandalkan. Jangan lupa bahwa pemahaman konsep dan praktik pengukuran dengan jangka sorong memerlukan latihan yang konsisten dan kesabaran. Teruslah berlatih, dan seiring berjalannya waktu, penggunaan jangka sorong akan menjadi semakin nyaman dan terasa alami. Dengan mempelajari dan mempraktekkan contoh-contoh soal jangka sorong, kita dapat memperkuat fondasi pengetahuan dan meningkatkan keterampilan kita dalam dunia pengukuran.
- Cara menghitung jangka sorong dan contoh penggunaannya bisa diterapkan pada saat mengukur diameter luar maupun dalam suatu benda hingga ketebalannya. Tingkat ketelitian yang mencapai skala kecil menjadi kelebihan dari pengukuran dengan jangka sorong adalah alat ukur yang berfungsi mengukur panjang ketebalan benda tipis, diameter dalam dan luar, hingga kedalaman bejana dengan lingkaran sempit. Biasanya, jangka sorong akan dipakai untuk mengetahui ukuran benda-benda kecil yang tidak dapat diukur dengan penggaris. Jangka sorong punya tingkat ketelitian mencapai 1/100 mm. Namun, hasil ukuran yang nantinya ditemukan sepenuhnya tergantung pada pengukur dan juga tingkat ketelitian alat. Tingkat ketelitian jangka sorong selama ini terdiri dari berbagai macam tingkatan. Pada awalnya, hanya memiliki tingkat ketelitian 0,1 mm, lalu berkembang menjadi 0,05 mm, 0,02 mm, sampai 0,01 mm. Beberapa versi terbaru jangka sorong juga sudah dilengkapi display digital non analog.Fungsi Bagian-bagian Jangka Sorong Ketika seseorang mengukur menggunakan jangka sorong, ada bagian-bagian tertentu yang dapat digerakkan, sementara komponen lainnya hanya diam. Lantas, apa saja bagian-bagian di alat ukur jangka sorong? Setidaknya, ada dua bagian utama yang disebut rahang tetap dan rahang geser rahang sorong. Keduanya terdapat di bagian dalam dan luar jangka sorong untuk tujuan penggunaannya masing-masing. Berikut ini bagian-bagian jangka sorong dan penjelasan fungsinya 1. Rahang dalam rahang bawah Di rahang ini, ada rahang geser dan rahang tetap. Penggunaanya bagian ini buat mengukur bagian luar benda. Contohnya mengukur ketebalan atau diameter luar benda. 2. Rahang luar rahang atas Rahang ini juga terdiri dari rahang sorong dan rahang tetap. Namun, penggunaannya ditujukan demi mengetahui ukuran panjang diameter dalam benda. Contohnya, mengukur diameter dalam pipa. 3. Pengukur kedalaman di ujung batang jangka sorong Selain mengukur diameter luar dan dalam, jangka sorong juga dilengkapi dengan alat pengukur kedalaman Depth Probe. Dengan ini, kedalaman gelas atau benda lainnya dapat dihitung. 4. Skala utama cm Pada skala ini, terdapat satuan sentimeter cm yang digunakan untuk mendeskripsikan ukuran utama benda. 5. Skala utama inchi Berbeda dengan skala utama sebelumnya, skala ini menggunakan satuan inchi dalam pengukuran diameter benda. 6. Skala nonius mm Pada skala ini, satuan yang digunakan oleh jangka sorong adalah milimeter mm. Penggunaannya ditujukan untuk mengukur diameter dengan lebih teliti dengan menggunakan satuan yang kecil—yakni milimeter. 7. Roda pendorong Bagian ini berfungsi untuk menggeser rahang sorong pada jangka sorong. Dengan begitu, rahang akan digeser sesuai panjang benda yang tengah dihitung ukurannya. 8. Sekrup pengunci Ketika roda pendorong sudah digunakan, yakni sudah terjepit benda bagian dalam atau menjepit benda bagian luar, penguncian dapat dilakukan dengan sekrup pengunci. Contoh Pengukuran Jangka Sorong & Cara Menghitungnya Untuk mengukur panjang diameter benda, jangka sorong dapat digunakan sebagai alat ukurnya dengan beberapa pedoman langkah. Pertama kali, pengukur harus memperhatikan bahwa jangka sorong sedang dalam keadaan tertutup dan skala menunjuk angka 0 nol. Setelah itu, lakukan langkah-langkah penggunaan jangka sorong sebagai berikut Putar sekrup pengunci hingga dapat digeser ke kanan Masukkan rahang geser di tengah dua rahang tersebut Mulai geser rahang sorong sampai akhirnya terjepit benda Setelah terjepit penuh, putar lagi sekrup pengunci ke arah yang berlainan mengunci ukuran Langkah terakhir, hitung ukuran berdasarkan skala yang terlampir di jangka sorong. Untuk mengukur panjang diameter suatu benda, skala utama dapat ditemukan dengan mengamati satuan skala utama yang ada tepat di angka 0 pada skala nonius. Misalnya, ditemukan bahwa angka 2,5 cm sejajar dengan angka 0 di skala nonius. Setelah itu, pengukur harus menemukan skala noniusnya. Untuk mendapatkan skala nonius, pengukur hanya perlu mengamati satuan skala nonius yang memiliki kesejajaran dengan skala utama—di angka berapa pun. Misalnya, skala nonius 5 mm sejajar garisnya dengan salah satu angka di skala utama. Setelah itu, 5 mm dihitung berdasarkan ukuran tingkat ketelitian jangka sorong, yakni 0,01 cm. Maka, contoh hasil pengukuran jangka sorong dapat dilihat dengan penghitungan berikut -Skala utama 2,5 cm -Skala nonius 5 x 0,01 = 0,05 cm -Panjang diameter berdasarkan pengukuran 2,5 cm + 0,05 cm = 2,55 cm. - Pendidikan Kontributor Yuda PrinadaPenulis Yuda PrinadaEditor Addi M Idhom
Jakarta - Jangka sorong adalah sebuah alat ukur yang memiliki ketelitian lebih akurat dibandingkan dengan mister sampai 0,1 mm atau 0,01 cm. Alat ini juga biasanya digunakan untuk mengukur diameter suatu benda dan kedalamannya. Hal ini dikutip dari buku Fisika Interaktif Kelas X IPA oleh Efrizon dalam E-Modul Fisika KElas X, berikut ini adalah bagian-bagian dari jangka sorong1. Rahang dalam, yang terdiri atas rahang geser dan rahang tetap untuk mengukur diameter luar dan ketebalan Rahang luar, yang terdiri atas rahang geser dan rahang tetap untuk mengukur diameter dalam dan ketebalan Depth probe atau untuk mengukur kedalaman4. Skala utama dalam cm5. Skala utama dalam inchi6. Skala nonius dalam mm7. Skala nonius dalam inchi8. Pengunci, yang berfungsi untuk menahan bagian saat proses pengukuran sedang sumber lain dalam buku IPA Terpadu Jilid 1 A oleh Mikrajuddi dkk, jangka sorong ini memiliki dua fungsi yang umum diketahui, yaitu1. Digunakan sebagai alat untuk mengukur panjang sisi luar dari suatu benda. Contohnya adalah ketika mengukur diameter kawat atau tebal dari pelat Bisa digunakan sebagai alat ukur untuk panjang sisi dalam suatu benda. Contohnya adalah mengukur diameter pipa atau UkurMasih mengutip buku yang sama di atas, cara mengukur dengan alat ini adalah dengan• Tentukan pembacaan skala tetap sejajar dengan angka nol pada skala nonius.• cari garis pada skala nonius yang tepat, berimpit pada salah satu garis skala tetap.• Jumlahkan kedua hasil pengukuran sehingga bisa diperoleh panjang benda yang soal dan pembahasanDikutip dari E-Modul Fisika Kelas X, berikut ini adalah contoh soal untuk materi jangka sorongTentukan hasil pengukuran berdasarkan gambar berikut!Jangka Foto Dok. Buku KemendikbudPembahasanDari gambar tersebut, maka diketahui bacaan skala Skala Utama = 3,7 cmSkala Nonius = 23 x 0,002 cm = 0,046 cmMaka, hasil pengukurannya adalah = 3,7 cm + 0,046 cm= 3,746 cmDemikianlah pembahasan mengenai jangka sorong yang bisa diketahui. Semoga bermanfaat ya detikers! Simak Video "Konsep Multiverse dalam Sudut Pandang Agama" [GambasVideo 20detik] nwy/nwy
dalam pengukuran dengan menggunakan jangka sorong diperoleh ukuran diameter